sosiologi masyarakat

Silakan baca:
Permintaan pribadi dari
pendiri Wikipedia Jimmy Wales
Close
Masyarakat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Read more »

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya.[rujukan?] Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah istilah sosiologi
* 2 Pokok bahasan sosiologi
* 3 Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi
* 4 Objek Sosiologi
* 5 Ruang Lingkup Kajian Sosiologi
* 6 Perkembangan sosiologi dari abad ke abad
o 6.1 Perkembangan pada abad pencerahan
o 6.2 Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan
o 6.3 Gejolak abad revolusi
o 6.4 Kelahiran sosiologi modern
* 7 Referensi
* 8 Lihat pula

[sunting] Sejarah istilah sosiologi
Potret Auguste Comte.

* 1842: Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi.[rujukan?] Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial.[rujukan?] Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.[rujukan?] Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi.[rujukan?] Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa).[rujukan?] Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.[rujukan?]
* Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis.[rujukan?] Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
* 1876: Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
* Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
* Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
* Di Amerika Lester F. Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology.

[sunting] Pokok bahasan sosiologi

Pokok bahasan sosiolgi ada empat: 1. Fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.[rujukan?]

Contoh, di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).

2. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.[rujukan?]

Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.

3. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia.[rujukan?] Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah persmasalahan (troubles) dan isu (issues). Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.

Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah masalah. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan isu, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.

4. Realitas sosial adalah penungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.
[sunting] Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.[1]

* Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
* Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
* Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
* Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.[2]

* Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
* Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
* Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
* Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
* Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
* Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
* Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.

[sunting] Objek Sosiologi

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek.[3]

* Objek Material

Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.

* Objek Formal

Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
[sunting] Ruang Lingkup Kajian Sosiologi

Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi.[4] Misalnya seorang sosiologi mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya.[5] Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:[6]

* Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
* Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
* Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.

Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.
[sunting] Perkembangan sosiologi dari abad ke abad
[sunting] Perkembangan pada abad pencerahan

Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.

Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana, manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.

Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.
[sunting] Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan

Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.
[sunting] Gejolak abad revolusi

Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangasawan dan kaum Rohaniwan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah.
Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas

Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang, kemiskinan, pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.

Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :

* Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya.
* Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.
* Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

[sunting] Kelahiran sosiologi modern

Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya).

Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.

Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.

Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.
[sunting] Referensi

1. ^ William D Perdue. 1986. Sociological Theory: Explanation, Paradigm, and Ideology. Palo Alto, CA: Mayfield Publishing Company. Hlm. 20
2. ^ Kamanto Sunarto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI. Hlm. 5
3. ^ James. M. Henslin, 2002. Essential of Sociology: A Down to Earth Approach Fourth Edition. Boston: Allyn and Bacon. Hlm 10
4. ^ Pitirim Sorokin. 1928. Contemporary Sociological Theories. New York: Harper. Hlm. 25
5. ^ Randall Collins. 1974. Conflict Sociology: Toward an Explanatory Science. New York: Academic Press. Hlm. 19
6. ^ George Ritzer. 1992. Sociological Theory. New York: Mc Graw-Hill. Hlm. 28

* Sosiologi
* Andrey Korotayev, Artemy Malkov, and Daria Khaltourina, Introduction to Social Macrodynamics, Moscow: URSS, 2006. ISBN 5-484-00414-4 [1].
Read more »

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

artikel unhalu

artikel
kaum intelektual, itulah yang melakat dipundak para pemuda yang tak henti-hentinya melangkahkan kaki dari kamar-kamar yang menjadi istana mereka. Jalan H.E.A Mokodompit akan selalu menjadi kenangan, lorong-lorongpun akan menjadi saksi. Bahwa semua itu mampu menginspirasi imajinasi.
Haluoleo telah mengalami rekonstruksi baru dari bangunan fisik gedungnya hingga ekselon jabatan kepemimpinan dari program setudi hingga rektor namun dibalik kemegahan bangunan perkuliahan dan berdiri kokohnya gerbang kampus baru ini saya masih sanksi apakah gerbang yang kokoh itu dan gedung yang megah itu mampu menjadi gerbang emas bagai mahasiswa untuk menunjukan kebolehannya dikencah problematika kehidupan masyarkat Sulawesi Tenggara. Akan mampukah mereka merekonstruksi paradikma berpikir masyarakat yang saat ini terkesan pragmatis dan mampu memperjuangkan kepentingan rakyat yang saat ini terbelenggu dalam kemelaratan namun selalu dimanjakan.
Kesanksian ini semakin kuat dikala aku langsung berbaur atau aktif dalam aktivitas kampus karena ada dilema yang belum terpecahkan hingga saat ini. Kekhawatiran-kekhawatiran yang selalu menghantui adalah berubahnya paradigma gerakan mahasiswa yang mengakibatkan degradasi pergerakan itu sendiri yang berimbas pada krisisnya kepemimpinan mahasiswa dalam pergulatan akademik mapupun percaturan politik kampus
Namun dibalik kekhawatiran tersebut ada tunas-tunas baru yang telah menguncup siap untuk dimekarkan demi menghiasi rekonstruksi Kampus. Tumbuhnya kuncup-kuncup baru dalam gerakan mahasiswa inipun hingga saat ini belum mampu mewarnai karena saat ini masih mempersiapkan diri untuk memekarkan kuncup-kuncup yang masih muda dan masih malu-malu bahkan masih sangat eksklusif itulah dia yang notabenenya bergelar ADK “Semoga Tetap Semangat dan terus Bergerak Menebar Benih-Benih Perbaikan”
Inilah Wajah Mahasiswa paska Reformasi, perubahan ini terjadi bukan karena krisis keteladanan dan bukan karena rendahnya mutu pendidikan yang diterapkan dikampus namun perubahan ini terjadi karena mengikuti Arus yang kebablasan entah itu Demokrasi, Kapitalis, Sosialis, Liberalis bahkan Politik Praktis. Hingga saat ini masih selalu mengagung-agungkan diri dengan mengatasnamakan sebagai kaum reformis baik itu dari kalangan mahasiswa maupun partai politik, dalam hal tersebut mahasiswa saat ini terkesan pragmatis, mudah di domplengi dan tidak mampu mempertahankan idealisnya semua itu hanya demi APLOP-AMPLOP GELAP, bisa jadi ini juga merupakan akibat fatal dari semakin menjamurnya gerakan-gerakan Instan mahasiswa yang tidak didasari oleh visi-misi yang membangun dan komitmen yang kuat dari kader-kadernya dan selalu saja mengatasnamakan Pro Rakyat tapi tidak mengetahui titik persoalan yang dihadapi oleh masyarakat yang sebenarnya, sebagai contoh ketika gerakan mahasiswa turun kejalan untuk berdemonstrasi hanya bermodal ikut-ikutan.
Perubahan terjadi bukan hanya sisi gerakan mahasiswa namun orientasi mahasiswapun untuk menempuh perkuliahan ini sudah berubah, mahasiswa sekarang hanya selalu mengandalkan kamampuannya hanya demi mengejar nilai angka dan mengabaikan nilai pendidikan yang dibangun oleh Tridarma Perguruan Tinggi bahkan kehilangan nilai sepritual, budaya dan seni yang telah tumbuh dan terpendam dalam jiwa masing-masing. Mahasiswa saat ini bangga ketika ditanyakan IPKnya berapa? Menjawab dengan santainya namun penuh dengan kesombongan 3,5, 4,6, 3,7 bahkan samapi 4,0 atau bahkan sebaliknya. Orientasi yang semakin dikejar adalah ingin cepat selesai dapat kerja langsung diterima sebagai Pegawai Negeri, orientasi yang satu inilah yang hingga saat ini belum bisa dirubah, seakan-akan masyarakat Sulawesi tenggara DEMAM oleh Pegawai Negeri. ini menjadi hal yang prioritas dalam cita-cita yang harus dicapai yang selama ini berlangsung turun temurun, sebab dalam pemikiran orang tua “ Pegawai Negeri adalah Pekerjaan Yang Menjanjikan ”. Dan ini telah ditekankanya semenjak si anak menempuh pendidikan, orientasi lain adalah mahasiswa kuliah cepat selesai dapat kerja dengan berlomba-lomba mendaftarkan diri diperusahaan X untuk menjadi karyawan yang ujung-ujungnya hanya menjadi buruh berdasi, mahasiswa Kuliah bukan untuk mengejar cita-cita malahan hanya untuk menghilangkan status “Pengangguran” dan bahkan hanya untuk mendapatkan gelar AKTIVIS MAHASISWA.
Perubahan lain yang terjadi adalah dari kepekaan social dan ekonomi yakni dengan di tandai meningkatnya taraf hidup dan meningkatnya mahasiswa yang apatis terhadap kondisi sekitar, membuat mahasiswa tidak peduli dan peka dengan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat namun selalu saja mahasiswa selalu saja menutupi dirinya dengan berlahan ia menunjukan dirinya dalam sebuah aksi bakti social simbolik yang tak jelas arah dan tujuannya dan tidak ter-follow up dengan baik, begitupun dari kehidupan ekonominya yah…… Mahasiswa sekarang udah gak heran lagilah….. mereka semua bangga menampakan….”sifat Borjuisnya” dengan mengabaikan orang-orang disekelilingnya yang kehidupannya dikalangan ekonomi menengah ke bawah yang semakin hari semakin tersingkirkan. Yang sekarang ini udah gak heran lagi…… kalau mahasiswa ganti-ganti HP, Motor, Mobil dan lain-lain. Dan perubahan ini juga terjadi pada kebiasaan mahasiswa. Sekarang mahasiswa lebih asyik bermain dilapangan dari pada diskusi, lebih gemar menghabiskan waktunya untuk bermain Game, menggosip sana kemari serasa kalau tidak menggosip sekali aja kayak pusing tujuh keliling, dan mengotak-atik HPnya entah menghabiskan pulsa berapa? Ketimbang untuk membaca buku, membaca Koran atau melihat dan mendengarkan warta berita.
Sekarang tidak usah dulu kita berpikir membangun Negara, itu terlalu jauh, membangun daerah dulu dan yang lebih penting mari kita bangun diri kita yakni dengan merekonstruksi paradigma berpikir kita, gerakan kita, orientasi kita, kebiasaan kita, kepekaan sosial dan ekonomi kita melalui lembaga yang kita cintai ini yakni KAMPUS HIJAU HALUOLEO yang mampu berdaya guna dan siap berdaya saing untuk kontribusi daerah kita dan secara tidak langsung kita telah mengokohkan tonggak pembangunan bangsa ini. Sebagaimana cita-cita orang nomor satu Universitas Haluoleo.
Langkah-langkah yang kita akan tempuh dalam perjalanan rekonstruksi mahasiswa ini tidak ada jalan lain kalau bukan kesadaran dari diri piribadi masing-masing. Dengan kesadaran tersebut pastikan akan menumbuhkan semangat-semangat baru yang dibarengi kekuatan potensi yang ada dalam diri kita sehingga mampu membangun hubungan dengan baik antara mahasiswa itu sendiri maupun antara mahasiswa dengan tim pengajar (Dosen). Dengan semangat kebersamaan inilah yang diharapkan mampu membentuk sebuah komunitas yang tidak lain komunitas perubahan, pembaharuan, dan perbaikan.
Namun yang harus diketahui bersama bahwa setiap manusia memiliki kemampuan-kemampuan dasar yang akan menghantarkan kita menuju kesuksesan. Hal ini dapat terjadi jika kemampuan dasar ini dikolaborasikan oleh nilai spiritual, nilai budaya dan seni yang kita miliki. Dan kita selalu konsisten dalam mengerjakan hala-hal yang kecil yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dan ini semua dapat diterapkan dalam kehidupan kampus karena ini hanyalah bagian terkecil dari potensi yang kita miliki dalam diri ini.
Sedang potensi di luar sana begitu menggunung dan menanti kita untuk merajut, mulai dari tim pendidik kampus, kita tidak kalah dengan kampus-kampus maju lainnya, memiliki banyak professor dan bahkan sekarang ada beberapa nama yang terdaftar sebagai kandidat professor, Doktor dan kandidat doctor serta magister. Dari segi fasilitas ya saat ini sudah memadai apalagi kampus, baru-baru saja merekonstruksi diri, adanya kebebasan mahasiswa untuk aktif berlembaga, berwirausaha, serta besarnya kesempatan untuk ikut andil dalam berkompetisi dalam akademik dibidang penalaran, olahraga, seni, sastra dan masih banyak lagi potensi-potensi yang bisa dikembangkan.
Kami dari gerakan minoritas ini tetap optimis mampu mewarnai perjalan rekonstruksi mahasiwa dan Kampus hijau dan mengokohkan komitmen bersama untuk bersama-sama menuju H A L U O L E O I M P I A N.
Diposkan oleh kammi komisariat unhalu di 06.31 0 komentar
Minggu, 26 April 2009
opini
Mengapa Harus KAMMI
(Sebuah Refleksi Terhadap Gerakan Mahasiswa Masa Kini)
Oleh: Muhammad Yusuf
Mahasiswa PPKn/Aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

Sesungguhnya akan hadir dikalangan manusia segolongan umat yang senantiasa menyeruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran
Segala puji hanyalah nilik Allah azza wajalla, karena atas segala limpahan rahmat dan karunianya sehingga kita masih diberikan kekuatan iman untuk senantiasa menapaki jalan kebenaran. Shalawat dan salam kepada baginda Rasulullah Saw, kepada para keluarganya, para sahabatnya dan kaum muslimin yang senantiasa komitmen diatas jalan kebenaran.

Aku heran dan ambigu, menatap tingkah sahabatku sang aktifis mahasiswa yang tidak lain dikenal sebagai tokoh pergerakan mahasiswa sudah larut dalam lingkaran setan yang tidak sewajarnya dipertontonkan oleh sang aktifis. Idealisme yang suci nan sakral pun tergadaikan oleh persoalan kepentingan perut yang memberontak dan tidak punya jalan akhir. Realitas gerakan mahasiswa tak secantik lagi bunga mawar yang sedang mekar dipagi hari dan tak sejernih air terjun yang mengalir indah.
Mengapa ini bisa terjadi???
Lagi-lagi bahasa ini cukup mengena hati bagi kalangan aktifis pergerakan mahasiswa, dimana mereka menempatkan uang diatas segala-galanya, karena tidak ada jalan menuju solusi selain cara seperti itu mereka rela jual idealisme, mereka rela masuk dalam area politik praktis, mereka rela memuaskan kepentingan para elit-elit politik tertentu, yang tidak lain demi materi yang sifatnya sesaat.
Lihat aksi-aksi yang mereka lakoni tidak lagi menampakkan kemurnian gerakan mahasiswa, gerakan mahasiswa sudah ternodai akibat perlakuan bejat mereka. Konon katanya aksi mereka adalah aksi moral memperjuangkan aspirasi rakyat, akan tetapi bakar ban sanasini sampai memblokade jalan raya dimana jalanan tersebut adalah dipergunakan untuk lalulalangnya para khalayak ramai yang tidak lain rakyat itu sendiri. Apakah ini sebuah gerakan? Apakah ini seorang kaum intelektualis? lakoni aksi moral yang mengandung muatan politis ! dimana idealisme yang selama ini kita agung-agungkan? Saudaraku mari kita sadar diri untuk kembali kepada khittah perjuangan mahasiswa yang sesungguhnya.
Khittah perjuangan yang murni mesti ada dalam setiap gerakan sehingga tidak mudah terkotak-kotakkan, sehingga itu perlunya ada sebuah gerakan yang senatisa memurnikan kembali gerakan yang ada dan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa inilah gerakan mahasiswa yang senatiasa memurnikan gerakannya untuk kemaslahatan umat. Dalam rangka mewujudkan proses bernegara bebas dari jeratan korupsi, kolusi dan nepotisme.
Siapakah Mereka???
Dialah pondasi sekaligus pilar demi membangkitkan ghirah mahasiswa untuk kembali bergerak tanpa tendensi apapun didalamnya, dia cadalah kumpulan mahasiswa muslim mencoba mengatakan kepada Indonesia bahawa inilah arah pergerakan mahasiswa yang senantiasa memurnikan gerakan dalam setiap aksi jalanan yang mereka tekuni dan membuktikan kepada Indonesia bahwa tidak ada aksi blokade jalan atau aksi bakar ban, dan tidak ada aksi jalanan macet dan gerakan yang tidak sarat muatan politis didalamnya. Itulah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang berdiri pada perjuangan reformasi di Universitas Muhamadiyah Malang 29 Maret 1998.
Mengapa harus KAMMI???
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau yang lebih dikenal dengan KAMMI tampil berada digarda terdepan dalam perjuangan reformasi.KAMMI dalam setiap gerakannya selalu berpedoman kepada nilai-nilai ketauhidan sebagai ruh gerakan. Lahirnya KAMMI juga didasari oleh banyaknya aktifitas gerakan mahasiswa yang keluar dari area gerakan mahasiswa mereka sudah berani masuk dalam wilayah yang sesungguhnya haram untuk dilakoni oleh sebuah gerakan mahasiswa seperti penggadaian idealisme, area politik praktis atau intervensi birokrasi untuk menyewa gerakan mahasiswa, gerakan mahasiswa laksana rental yang menunggu pelanggan datang.
Sudah saatnya memang gerakan mahasiswa harus mengembalikan eksistensi gerakannya, agar tidak terjadi citra buruk dimasyarakat yang mengidentikkan gerakan mahasiswa sebagai gerakan anarkisme yang jauh dari nilai-nilai moralitas. Rubah format gerakan dan kembali kepada gerkan mahasiswa sesungguhnya adalah hak mutlak yang mesti dijalankan karea suara mahasiswa adalah suara jeritan rakyat yang terzholimi oleh pemerintahan otoriter yang kontroversial dan tidak memihak kepada rakyat.
Wahai saudaraku mari sadar diri untuk kembali kepada jalan yang benar, ingat waktu akan senatiasa berputar akan tetapi jalan menuju pemurnian gerakan masih terbuka lebar berubahlah sebelum perubahan itu hilang dan meninggalkan kita semua.

Sudah saatnya arah porgerakan mahasiswa harus kembali kepada jalan dan koridor yang benar, mari kita buka kembali lembaran baru kenurnian gerakan kita.
Hidup Mahasiswa

Wallahu A’lam Bishowwab

Refleksi Perjalanan Lembaga Kemahasiswaan Tataran Universitas
Oleh: Muhammad Yusuf
Aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
Mahasiswa PPKn FKIP Unhalu

Bunga mawar mekar dipagi hari hadirkan pesona keharuman bagi para pecinta kedamaian
Seuntai asa yang pernah aku torehkan sirna dan kiranya akan bangkit kembali menuju kemenangan

Saya mengajak kepada para pecinta kebenaran untuk kiranya berkontemplasi sejenak seraya merefleksi aktifitas para aktifis dilembaga kemahasiswaan internal kampus tataran universitas lihat dan kemudian tanya kontribusi apa yang telah mereka berikan kepada kita semua apakah ada relisasi ataukah sebatas wacana dan angan-angan belaka.
Lagi-lagi komitmen perubahan yang diwacanakan dalam kampanye monologis dan kampanye dialogis hanyalah sebuah retorika busuk yang dibungkus dengan pemanis buatan yang membuat kita terlelap sejenak dengan nyanyian nina bobo akankah kita terus mendukungnya atau kita lawan dengan bahasa-bahasa kebenaran yang kita miliki.
Sejatinya seorang mahasiswa jangan tinggal diam sudah saatnya kita bangkit dari biusan para pelaku pembohongan untuk kita menggapai perubahan sejati dan membangun sebuah peradaban yang bisa dikenang dengan sebuah kemajuan yang sangat signifikan.
Tongkat peradaban yang indah dan menyejarah yang kita inginkan bukan wcana dan retorika pembohongan tapi bukti nyata bahwa telah dibangun sebuah kejujuran dalam kepemimpinan dibuktikan dengan sebuah karya nyata yang bisa memuaskan dan dapat dinikmati.
Wahai para aktifis mahasiswa pemegang tongkat kepemimpinan lembaga kemahasiswaan sadarkah engkau bahwa sampai saat ini karya nyatamu belum kami nikmati kenapa engkau vakum mana kontribusi yang telah kau berikan pada kami.
Jangan biarkan kepemimpinan ini tak mempunyai arah mari kita bangun kembali menuju karya nyatas dan sebuah perubahan yang besar
Wallahu A’lam Bishowwab
Read more »

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sosiologi,ekonomi, dan politik

SOSIOLOGI, EKONOMI, DAN POLITIK

• ILMU SOSIAL PADA HAKEKATNYA BERBICARA TENTANG OBJEK YANG SAMA YAITU MASYARAKAT

• MASYARAKAT ADALAH KUMPULAN MANUSIA YANG TINGGAL PADA SUATU WILAYAH YANG SAMA DALAM WAKTU YANG RELATIF LAMA DAN MEMILIKI KARAKTERISTIK TERSENDIRI

• ILMU SOSIAL MEMAHAMI, MENELAAH, MENELITI, MENCARI PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA MASYARAKAT YANG SATU DENGAN YANG LAINNYA

• ILMU SOSIAL MEMAHAMI TINGKAH LAKU INDIVIDU DALAM MASYARAKAT, DAN TINGKAH LAKU MASYARAKAT SEBAGAI KUMPULAN INDIVIDU DENGAN KELOMPOK MASYARAKAT YANG LAIN

• MENCOBA MEMAHAMI, MENELITI, MENEMUKAN PERBEDAAN DAN PERSAMAAN INTERAKSI INDIVIDU DALAM MASYARAKAT DAN INTERAKSI MASYARKAT DENGAN KELOMPOK MASYARAKAT LAIN

PERBEDAAN ILMU SOSIAL

— DIMENSI DAN SUDUT PANDANGNYA DALAM MEMAHAMI, MENELAAH DAN MENCERMATI MASYARAKAT BERBEDA

— ILMU EKONOMI MEMAHAMI, MENELAAH DAN MENCERMATIKEHIDUPAN INDIVIDU DAN MASYARAKAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHANNYA (MEMPRODUKSI, MENGONSUMSI BARANG DAN JASA YANG TERBATAS DALAM MASYARAKAT

— ILMU POLITIK MEMAHAMI TENTANG HAK DAN WEWENANG, KEKUASAAN, PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN DALAM MASYARAKAT SERTA KONFLIK YANG TERJADI AKIBAT DARI DISTRIBUSI DAN ALOKASI BARANG-BARANG YANG DIANGGAP BERNILAI DALAM MASYARAKAT

— ILMU SOSIOLOGI MEMAHAMI TENTANG STRUKTUR SOSIAL, LEMBAGA SOSIAL, LAPISAN SOSIAL, PERUBAHAN SOSIAL, INTERAKSI SOSIAL, MOBILITAS SOSIAL DAN MODERNISASI

HUBUNGAN EKONOMI, SOSIOLOGI DAN POLITIK

— KETIGA DISIPLIN ILMU MEMBICARAKAN DAN MENELAAH OBJEK YANG SAMA ; MANUSIA, BAIK SEBAGAI INDIVIDU MAUPUN KELOMPOK MASYARAKAT. TINGKAH LAKU INDIVIDU MAUPUN KELOMPOK DALAM MASYARAKAT. GEJALA SOSIAL SEBAGAI AKIBAT INTERAKSI, STATUS DAN PERAN DALAM MASYARAKAT

— POINT VIEW KETIGA DISIPLIN ILMU ITU BERBEDA

— HUBUNGAN KETIGANYA MENGHASILKAN CABANG ILMU YANG LAIN. SOSIOLOGI DAN POLITIK MENGHASILKAN SOSIOLOGI POLITIK, TOKOHNYA MAURICE DUVERGER. SOSIOLOGI DENGAN EKONOMI MENGHASILKAN SOSIOLOGI EKONOMI TOKONYA J. SMELSER. SKONOMI DENGAN POLITIK MENGHASILKAN EKONOMI POLITIK

FAKTOR EKONOMI UMUM

1. EKONOMI DOMINAN SETEMPAT
2. SUMBERDAYA ALAM
3. KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA
4. KEMUNGKINAN TEKNOLOGI BARU

FAKTOR-FAKTOR NON EKONOMI

1. SIKAP MASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP PEMBANGUNAN
2. KESEIMBANGAN KEKUATAN MEMBANGUN MASYARAKAT – PEMERINTAH
3. POLA KEPEMIMPINAN SETEMPAT
4. INFRASTRUKTUR FISIK DAN SOSIAL

FAKTOR EKONOMI

1. SISTEM EKONOMI NASIONAL
2. PERATURAN-PERATURAN MONETER
3. KEKUATAN PESAING
4. POTENSI PASAR
5. SISTEM PAJAK

FAKTOR NON EKONOMI

1. POLITIK MELIPUTI : SISTEM POLITIK NASIONAL, GOLONGAN YANG BERKUASA, STABILITAS POLITIK, KEKUASAAN BIROKRASI, HUBUNGAN SIPIL DAN MILITER
2. HUKUM MELIPUTI : PERATURAN DEVISA, HUKUM TANAH, KESEIMBANGAN LEGISLATIF, EKSEKUTIF DAN YUDIKATIF, PERLINDUNGAN HUKUM PERUSAHAAN, KORUPSI DAN KOLUSI
3. SOSIAL MELIPUTI : KESEIMBANGAN RURAL DAN URBAN, KESEIMBANGAN ANTARA GOLONGAN ETNIS, KESEIMBANGAN GOLONGAN AGAMA, KUALITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN, KEKUATAN ORGANISASI BURUH, KESEIMBANGAN SOSIAL PRIA WANITA
4. KULTUR MELIPUTI : ETHOS KERJA, KESEIMBANGAN RASIONALITAS DAN IRRASIONAL, KESEIMBANGAN SIKAP KOLEKTIF DAN INDIVIDULITAS, KEKUATAN ADAT TERHADAP MODERNISASI, KEMUNGKINAN TEKNOLOGI BARU
Read more »

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bentuk-bentuk perilaku menyimpang

A) BENTUK-BENTUK PERILAKU MEYIMPANG

1 Penyimpangan Primer : Penyimpangan yang bersifat temporer atau

sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang.

Ciri-ciri penyimpangan primer :

1) bersifat sementara,

2) gaya hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang, dan

3) masyarakat masih mentolerir/menerima.

Contoh penyimpangan primer :

0 Pegawai yang membolos kerja,

0 Siswa yang membolos atau menyontek saat ujian,

0 Mengurangi besarnya pajak pendapatan, dan

0 Pelanggaran peraturan lalu lintas.

2) Penyimpangan Sekunder : Perbuatan yang dilakukan secara khas dengan

memperlihatkan perilaku menyimpang. Sehingga akibatnya juga cukup parah serta mengganggu orang lain.

Ciri-ciri penyimpangan sekunder :

1) gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang, dan

2) masyarakat tidak bisa mentolerir perilaku menyimpang tersebut.

Contoh penyimpangan sekunder :

0 pembunuhan, perjudian, perampokan, dan pemerkosaan.

3) Penyimpangan Individu : Penyimpangan yang dilakukan oleh seorang individu dengan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Orang seperti itu biasanya mempunyai penyakit mental sehingga tidak dapat mengendalikan dirinya.

Penyimpangan perilaku yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya :

a) Pembandel, yaitu penyimpangan karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.

b) Pembangkang, yaitu penyimpangan karena tidak taat pada peringatan orang-orang.

c) Pelanggar, yaitu penyimpangan karena melanggar norma-norma yang berlaku.

d) Perusuh atau penjahat, yaitu penyimpangan karena mengabaikan norma-norma umum sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.

e) Munafik, yaitu penyimpangan karena tidak menepati janji, berkata bohong, berkhianat, dan berlagak membela.

Contoh :

0 Pencurian yang dilakukan sendiri.

0 Seorang anak, dari beberapa saudara, ingin menguasai harta peninggalan orang

tuanya. Ia mengabaikan saudara-saudaranya yang lain. Ia menolak norma-norma pembagian warisan menurut adaptasi masyarakat maupun menurut norma agama. Ia menjual semua peninggalan harta orangtuanya untuk kepentingan diri sendiri.

4) Penyimpangan Kelompok : Penyimpangan yang dilakukan secara berkelompok dengan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma-norma masyarakat yang berlaku. Pada umumnya, penyimpangan kelompok terjadi dalam subkebudayaan yang menyimpang yang ada dalam masyarakat.

Contoh :

0 Geng kejahatan atau mafia.

5) Penyimpangan Situsional : Disebabkan oleh pengaruh bermacam-macam kekuatan situsional/social di luar individu dan memaksa individu tersebut untuk berbuat menyimpang.

Contoh :

0 seorang suami yang terpaksa mencuri karena melihat anak dan istrinya kelaparan.

6) Penyimpangan Sistematik : Suatu system tingkah laku yang disertai organisasi social khusus, status formal, peranan-peranan, nilai-nilai norma-norma, dan moral tertentu yang semuanya berbeda dengan situasi umum. Segala pikiran dan perbuatan yang menyimpang itu kemudian dibenarkan oleh semua anggota kelompok.

7) Penyimpangan Campuran ( Mixture of Both Deviation) : gabungan

antara individu dan kelompok. Pada awalnya, seorang individu yang memiliki semacam kekuatan yang besar, kemudian memengaruhi beberapa orang untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan yang bersifat kelompok
B) Sifat-Sifat Perilaku Menyimpang

a) Penyimpangan Positif : Penyimpangan yang mempunyai dampak positif karena mengandung unsure inovatif, kreatif, dan memperkaya alternative. Merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai social yang didambakan, meskipun cara yang dilakukan tampaknya menyimpang dari norma yang berlaku.

Contoh : seorang ibu rumah tangga terpaksa harus menjadi sopir taksi karena desakan ekonomi.

b) Penyimpangan Negatif : Penyimpangan yang cenderung bertindak ke arah

nilai-nilai social yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Dalam

penyimpangan ini, tindakan yang dilakukan akan dicela oleh masyarakat dan

pelakunya tidak dapat ditolerir oleh masyarakat.

Contoh : pembunuhan dan pemerkosaan.

◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊◊

Berhubung lagi tidak ingin nulis cerpen ataupun puisi. Akhirnya, aku post tentang ‘Perilaku Menyimpang’. Toh, lagipula ini kan tugas ku di sekolah gak apa-apalah. Soalnya di suruh buat rangkuman buat persentase. Tapi, tetap aja selama hampir satu tahun tidak pernah kebagian buat persentase. Jadi, harus puas dengan nilai diskusi doang!!! Tidak fair ini namanya. Walaupun begitu mau bagaimana lagi??? Soalnya untuk maju harus di undi sih! Ya, sudahlah akhirnya terpaksa gak pernah maju. Kira-kira kelompok berapa aja ya yang belum maju? Tidak ingat, yang jelas salah satunya adalah kelompokku! Berharap aja semoga bisa maju untuk persentase. Kalau untuk ini sih, ya buat siapa yang baca dan buat yang nulis buat refresh lagi pelajaran ini. Soalnya ini tuh harus hafalan. Banyak yang dapat nilai pas-pasan (maksudnya pas-pasan tidak remedial). Lain kali masukin pelajaran lain.
Read more »

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

munculnya teori sosiologi - antropologi pendidikan

MUNCULNYA TEORI SOSIOLOGI – ANTROPOLOGI PENDIDIKAN


Seperti ilmu – ilmu lain, sosiologi awalnya menjadi bagian dari filsafat social. Ilmu ini membahas tentang masyarakat. Namun saat itu, pembahasan tentang masyarakat hanya berkisar pada hal – hal yang menarik perhatian umum saja, seperti perang, ketegangan atau konflik social, dan kekuasaan dalam kelas- kelas penguasa. Dalam perkembangan selanjutnya, pembahasan tentang masyarakatmeningkat pada cakupan yang lebih mendalam yakni menyangkut susunan kehidupan yang diharapkan dan norma – norma yang harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat.

Pada abad ke – 19, seorang filsuf Perancis bernama Auguste Comte (1798 – 1857) mengemukakan kekhawatirannya atas keadaan masyarakat Perancis setelah pecahnya Revolusi Perancis. Comte melihat selain perubahan positif, yaitu munculnya demokrasi, revolusi juga telah mendatangkan konflik antar kelas di dalam masyarakat. Konflik ini terjadi akibat masyarakat tidak mengetahui cara mengatasi perubahan atau hukum – hukum apa saja yang dapat digunakan untuk mengaturnya. Akibat terjadi anarkisme (tidak adanya aturan yang mengendalikan masyarakat) dalam masyarakat Perancis.

Atas dasar ini Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan lagi menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri dan penelitian tersebut harus berdasarkan pada metode – metode ilmiah. Saat itu, Comte membayangkan suatu penemuan hokum – hokum fisik yang dapat mengatur gejala – gejala social. Comte kemudian menamakan ilmu ini Sosisologi. Comte kemudian disebut sebagai bapak sosiologi.

Meskipun Comte menciptakan istilah sosiologi, akan tetapi Herbert Spencer mempopulerkan istilah tersebut melalui buku Principles of Sociology. Di dalam buku tersebut, Spencer mengembangkan system penelitian tentang masyarakat. Ia menerapkan teori evolusi organic pada masyarakat manusia dan mengembangkan teori besar tentang evolusi social yang diterima secara luas di masyarakat. Menurutnya, suatu organ akan lebih sempurna jika organ itu bertambah kompleks karena ada diferensiasi (proses pembedaan) di dalam bagian – bagiannya. Spencer melihat masyarakat sebagai sebuah system yang tersusun atas bagian – bagian yang saling bergantung sebagaimana pada organisme hidup. Evolusi dan perkembangan social pada dasarnya akan berarti, jika ada peningkatan diferensiasi dan integrasi, peningkatan pembagian kerja, dan suatu transisi dari homogen ke heterogen; dari yang sederhana ke yang kompleks. Setelah buku Spencer tersebut terbit, sosiologi kemudian berkembang dengan pesat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Disiplin antropologi adalah hasil dari pemikiran barat yang relative baru. Padahal pertanyaan manusia tentang siapa dirinya di dunia ini sudah ada semenjak dulu. Perkembangan antropologi yang lamban itu terjadi karena keterbatasan teknologi yang dimiliki oleh manusia. Tanpa adanya sarana untuk mengadakan perjalanan ke tempat – tempat jauh di dunia, pengamatan tentang manusia dan kebudayaannya sangat sulit dilakukan. Hal lain yang menyebabkan lambannya perkembangan antropologi adalah kegagalan bangsa Eropa untuk melihat bahwa mereka dan bangsa – bangsa lain memiliki sifat kemanusiaan yang sama. Mereka masih menganggap di luar bangsanya adalah “biadab” atau “barbar”. Baru pada akhir abad 18, mereka menyadari keanekaragaman manusia atau perilaku manusia yang dianggap biadab itu justru membantu mereka memahami diri sendiri.

Tahap – tahap perkembangan disipli ilmu antropologi dikemukakan oleh Koentjaraningrat. Koentjaraningrat membaginya ke dalam 4 tahap. Tahap pertama ditandai dengan tulisan tangan bangsa Eropa yang melakukan penjelajahan di benua Afrika, Asia, dan Amerika pada akhir abad ke – 15. Tulisan itu merupakan deskripsi keadaan bangsa – bangsa yang mereka singgahi. Deskripsi yang dituliskan mencakup adat istiadat, suku, susunan masyarakat, bahasa, dan ciri – ciri fisik. Deskripsi tersebut sangat menarik bagi masyarakat Eropa karena berbeda dengan keadaan di Eropa pada umumnya. Bahan deskripsi itu disebut juga Etnografi (Etnos berarti bangsa).

Pada tahap ke dua mereka menginginkan tulisan – tulisan atau deskripsi yang tersebar itu dikumpulkan jadi satu dan diterbitkan. Isinya disusun berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat, yaitu masyarakat dan kebudayaan manusia berevolusi dengan sangat lambat, dari tingkat rendah sampai tingkat tertinggi. Dari sinilah bangsa – bangsa dunia digolongkan menurut tingkat evolusinya. Sekitar tahhun 1860, terbit karangan yang mengklasifikasikan berbagai kebudayaan dunia berdasarkan tingkat evolusinya. Saat itu lahirlah antropologi.

Dengan demikian pada tahap kedua ini, antropologi telah bersifat akademis. Pada tahap ini, antropologi mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitive untuk memperoleh pengertian mengenai tingkat – tingkat perkembangan dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia di dunia.

Pada tahap ke tiga, antropologi menjadi ilmu yang bersifat praktis. Pada tahap ini, antropologi mempelajari masyarakat jajahan demi kepentingan pemerintah colonial. Hal ini berlangsung sekitar pada awal abad ke – 20. Pada abad ini, antropologi semakin penting untuk mengukuhkan dominasi bangsa – bangsa Eropa Barat di daerah jajahannya. Dengan antropologi, bangsa Eropa mempelajari dan tahu bagaimana menghadapi masyarakat daerah jajahannya. Selain itu, bangsa – bangsa terjajah pada umumnya belum sekompleks bangsa Eropa Barat. Oleh karena itu, mempelajari bangsa – bangsa terjajah bagi bangsa Eropa dapat menambah pengertian mereka tentang masyarakat mereka sendiri (Bangsa Eropa Barat) yang kompleks.

Pada tahap ke empat, antropologi berkembang sangat luas, baik dalam akurasi bahan pengetahuannya maupun ketajaman metode – metode ilmiahnya. Hal ini berlangsung sekitar pertengahan abad ke – 20. Sasaran penelitian antropologi di masa ini bukan lagi suku bangsa primitive dan bangsa Eropa Barat, tapi beralih pada penduduk pedesaan, baik mengenai keanekaragaman fisik, masyarakat, maupun kebudayaannya termasuk suku bangsa di daeah pedesaan yang ada di Amerika dan Eropa Barat itu sendiri. Peralihan sasaran penelitian itu terutama disebabkan oleh munculnya ketidaksenangan terhadap penjajahan dan makin berkurangnya masyarakat yang dianggap primitive.
Read more »

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pengertian sosiologi

Pengertian Sosiologi PDF Cetak E-mail
Pendidikan - Sosiologi
Ditulis oleh Admin
Kamis, 07 Oktober 2010 07:19

Di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal, kamu pasti berteman dan bergaul dengan orang lain. Tidak ada manusia di dunia ini yang mampu hidup sendiri tanpa melakukan hubungan dengan manusia lain. Secara umum, hubungan tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidup manusia mengingat keterbatasan yang dimilikinya. Hubungan yang dilakukan manusia dalam masyarakat secara mendalam akan kita pelajari dalam sosiologi. Apakah sosiologi itu? Nah untuk mengetahuinya, mari bersama-sama kita pahami uraian bab ini.

Manusia selalu mengadakan hubungan ke mana pun dan di mana pun secara berulang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Agar hubungan itu berjalan dengan baik, maka dalam berperilaku manusia senantiasa berpedoman pada nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Nilai dan norma yang dimiliki setiap masyarakat tidak sama. Dengan menyadari persamaan dan perbedaannya, serta keikutsertaan kita dalam hubungan sosial memberikan gambaran kepadamu tentang ilmu yang akan kita pelajari, yaitu sosiologi. Istilah sosiologi secara etimologis berasal dari kata Latin socius yang berarti ‘teman, kawan’, dan logos yang berasal dari kata Yunani yang berarti ‘ilmu’. Jadi apakah yang dimaksud sosiologi? Merujuk pada arti dua kata tersebut, maka sosiologi berarti ilmu tentang teman. Dalam arti yang lebih luas, sosiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat. Sosiologi bermaksud untuk mengkaji kejadiankejadian dalam masyarakat, yaitu persekutuan manusia yang selanjutnya berusaha untuk mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama. Istilah sosiologi pertama kali digunakan Auguste Comte untuk mempelajari keadaan masyarakat Eropa pada saat itu. Sosiologi sebagai ilmu mulai dikenal sejak abad ke-19 dengan melepaskan diri dari filsafat.

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat, dan menyelidiki ikatan-ikatan antarmanusia dalam kehidupan. Sosiologi mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk, tumbuh, dan berubahnyakumpulan-kumpulan manusia yang hidup bersama itu, serta kepercayaan, keyakinan yang memberi sifat tersendiri kepada cara hidup bersama itu dalam tiap persekutuan hidup manusia. Singkatnya, sosiologi merupakan ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakat (tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakat), serta ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agama, tingkah laku, dan kesenian atau kebudayaan masyarakat tersebut.

Bagaimanakah pengertian sosiologi menurut pendapat para ahli? Seiring dengan perkembangan sosiologi, berikut ini pengertian sosiologi menurut pendapat para ahli dari sudut pandang masing-masing.
Auguste Comte

1. Auguste Comte
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.

Emile Durkheim

2. Emile Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu, serta mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan.

Max Weber

3. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.

P.J. Bouman

4. P.J. Bouman
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan-hubungan sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta sifat dan perubahanperubahan dalam lembaga-lembaga dan ide-ide sosial.

Pitirim A. Sorokin

5. Pitirim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai:

* Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dan agama, keluarga dan moral, hukum dan ekonomi, gerak masyarakat dan politik, dan sebagainya.
* Hubungan dan saling pengaruh antara gejala-gejala sosial dan gejala-gejala nonsosial, misalnya gejala geografis, biologis, dan sebagainya.
* Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial.

6. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Kingsley Davis

7. Kingsley Davis
Sosiologi adalah suatu studi yang mengkaji bagaimana masyarakat mencapai kesatuannya, kelangsungannya, dan caracara masyarakat itu berubah.
Read more »

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS